Kehebatan Cinta dan kasih Allah SWT untuk hambanya !!!!!!!!!
ANTARA IBU DAN ANAKNYA
ANTARA ALLAH SWT DAN HAMBA-NYA
Berkata Al Fudhail Ibnu 'Iyadh : Aku belajar sabar kepada ALLAH SWT dari seorang anak kecil...
Suatu saat ketika aku pergi ke masjid, aku dapati seorang perempuan dari dalam rumahnya terpaksa memukul anaknya hingga anaknya berteriak dan lari keluar dari rumah, melihat pintu terbuka maka di tutuplah oleh si ibu..
Lalu aku melihat anak tersebut setelah ia menangis sebentar, kemudian aku melihatnya kebingungan, dia menoleh ke kanan ke kiri namun tidak mendapati tempat untuk bernaung baginya, akhirnya anak kecil itu memutuskan untuk pulang kembali kepada ibunya, akan tetapi sesampai di depan rumah, dia dapati pintu rumahnya sudah tertutup, tanpa pikir panjang dia letakkan pipinya di ambang pintu sampai ia tertidur dengan airmata di pipinya..
Ketika si ibu membuka pintu hendak keluar, tiba-tiba didapati anaknya dalam keadaan yang sangat memerlukan kasih sayangnya, hati ibu tidak kuat menahan kasih sayang kepada anaknya dan diambillah anak tersebut serta dicium oleh ibunya dengan penuh kasih-sayang..
Kemudian ibu itu berkata : 'Wahai anakku.. Kemana engkau meninggalkanku pergi, apakah ada yg mau menjagamu selainku, bukankah ibu berkaki-kali berkata jangan melanggar perintah ibu..?
Akhirnya dipeluklah anak itu oleh ibunya dan digendongnya dimasukkan kembali ke dalam rumahnya".
Adapun Al Fudhail yg melihat peristiwa ini tiba-tiba menangis sampai jenggotnya terbasahi dg air matanya, sambil berkata : "SubhanALLAH, sungguh ketika seorang hamba itu bersabar dan terus bersimpuh di depan pintu ALLAH, maka sebesar apapun dosanya niscaya ALLAH akan membukakan pintu baginya, karena tidak ada tempat perlindungan bagi seorang hamba kecuali dg kembali kepada ALLAH dan selalu berusaha menjauhi larangannya.."
Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Az Zumar 53).
Allahu Akbar betapa sayangnya Allah kepada hambaNya yang bertaubat...
Allhumma ya Allah terimalah taubat kami, dan ampunilah seluruh dosa kami...aamiin.
Friday, August 5, 2016
Dahsyatnya Shalawat di hari Jum'at !!!!!
Bila hari-hari biasa, kalau kita bershalawat, shalawat itu diantar ke Rasul melalui malaikat-malaikat Allah. Kalau hari Jum’at, diantar langsung. Hitungan malam Jum’at itu dimulai Kamis maghrib. Jadi, langsung aja geber-geberan shalawat. Tebus kelalaian di hari-hari biasa mulai maghrib ini sampai dengan Jum’at maghrib nantinya.
Benar-benar dibanyakin shalawatnya, tapi baca dengan penuh cinta, dengan mencoba menimbulkan rasa rindu. Bayangin, kelak saat kita di Padang Makhsyar, saat semua Nabi, menyeru umatnya untuk mencari Nabi Muhammad SAW, bergabung bersamanya…
Kita-kita yang rajin bershalawat untuknya malah disenyumin Nabi Muhammad SAW, disalamin Nabi Muhammad SAW, dan ikut berbaris di belakangnya seraya menanti hisab yang sudah diringankan seringan-ringannya sebab Nabi bersama kita.
Shalawat itu doa. Sedang kalau doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan Nabi? Doa buat Nabi, kembali ke kita. Wow!!!!!!!
Shalawat pun amalan hebat. tidak perlu wudhu, tidak perlu niat. Walau tentu kalau wudhu jauh lebih baik dan hebat sebab Allah pun bershalawat.
Para malaikat pun bershalawat. Penghuni alam semesta, semua cinta Nabi. Semua bershalawat, kecuali mereka yang kafir, bodoh, dan malas.
Dengan shalawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama Rasul dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.
Allah paling suka hamba-hamba-Nya mencinta yang dicintai-Nya. Allah paling suka sama hamba-hamba-Nya yang mendoakan kekasih-Nya. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, sholla ‘alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang.
Perumpamaan di dunia, kita menyebut pejabat atau orang berkuasa, yang jadilah kemudian urusan jadi mulus. Apalah lagi menyebut nama Nabi?
Seorang kawan diberhentiin polisi. Salah jalan. Dia buka kaca, tanpa ba-bi-bu, dia bilang, “Maaf Pak… Mau jemput Yusuf Mansur.…”
Polisi yang sudah bersiap-siap nilang, denger nama saya disebut, dan dia cinta sama saya, malah senyum, “Salam sama Ustadz, ya!”
Kawan ini kemudian berlalu. Selamat. Gak ditilang. Tapi, don’t try at home. Sebab banyak polisi yang jadi followers.
Apa pesan moral yang bisa ditangkap? Dari kisah sebagian dari mereka yang menyebut nama Yusuf Mansur?
Maka, nyebut nama Yusuf Mansur, yang dhaif, banyak diprotes, banyak dicaci,tidak semua suka.Bagaimana lagi nyebut nama Rasul?
Berdoalah kepada Allah, yang Allah bahkan menulis di Al Qur’an-Nya, bahwa Allah mencintai Nabi- Nya dan mencintai yang mencintai Nabi-Nya.
Berdoalah kepada Allah. Secara, bahwa sesiapa yang mencintai Nabi-Nya, akan diampuni dosa-dosanya, diangkat derajatnya, dikabul doanya…
Petugas imigrasi bandara, bertanya kepada tamu dari luar negeri, “Where will you tinggal di Jakarta?” sambil bolak balikin paspor.
Tamu-tamu Yusuf Mansur dari luar-luar negeri, yang udah paham, nyebut, “Yusuf Mansur…” Petugas, subhaanallaah, langsung senyum…
“Ooohhh… Tamunya Yusuf Mansur…”. Jebrat jebret, distempel itu paspor, dan langsung gak pake ditanya-tanya lagi. “Silakan,” penuh ramah.
Bayangkan jika Yusuf Mansur yang dhaif, lemah, ikut mendampingi tamu tersebut? Kayak apa kemudahan dan kelancarannya?
Maka sekarang bayangkan, jika di antrian hisab di yaumil hisab, bahkan sejak di Padang Makhsyar, kita sudah bersama Nabi? Benar-benar bersama Nabi.
Yaa Allah, saya nangis membayangkannya. Di Padang Makhsyar, yang matahari sejengkal dari kepala, ditemani Nabi.
Seperti apa kemudahan yang bisa kita dapatkan dari penjaga-penjaga hisab yang bengis dan tak kenal ampun? Sedang kita tahu dosa kita begitu banyak?
Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Sebut nama Nabi sepenuh-penuhnya rasa cinta dan rindu. Kamis maghrib waktu yang mustajab.
Kamis maghrib sudah dihitung hari Jum’at. Sudah akan berlipat-lipat fadhilah, pahala, kebaikan bershalawat.
Yaa Rasul, salam ‘alaik… Yaa Nabi, salam ‘alaik… Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalih.
Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Buat yang tidak mampu sebanyak-banyaknya, bacalah 100. Seratus insyaaAllah udah dihitung banyak. Aamiin.
Asal seratus itu dibaca dengan menyertakan hati. Berharap bisa berjumpa dengan Nabi. Berharap bisa duduk satu surga bersama Nabi. Yaa Allah…
Dan berdoalah. Secara berdoa juga diperintah oleh Allah dan sangat dianjurkan oleh Nabi. Berdoalah. Untuk urusan apa aja. Dunia dan akhirat.
Jangan lupa doain saya. Nitip banget doain saya juga keluarga saya. Plus doa untuk Indonesia dengan seluruh rakyatnya.
Yaa Rasul… Innii musytaaq ilaik. Sungguh saya ini rindu melihatmu, Yaa Rasul… Meski mata belum pernah melihatmu…
Maafkan jika saya menyebut-nyebut nama Yusuf Mansur di dalam pengajaran hikmah. Semoga kawan-kawan dapat memahami hal tersebut sebagai ibrah. Gak ada maksud lain.
Tolonglah untuk dewasa, arif, dan cerdas. Liat substansi dan hikmah. Maafkan cara saya yang mungkin salah dalam mengajar. Sungguh, saya bukan siapa-siapa.
Allahu a'lam bissawab
Benar-benar dibanyakin shalawatnya, tapi baca dengan penuh cinta, dengan mencoba menimbulkan rasa rindu. Bayangin, kelak saat kita di Padang Makhsyar, saat semua Nabi, menyeru umatnya untuk mencari Nabi Muhammad SAW, bergabung bersamanya…
Kita-kita yang rajin bershalawat untuknya malah disenyumin Nabi Muhammad SAW, disalamin Nabi Muhammad SAW, dan ikut berbaris di belakangnya seraya menanti hisab yang sudah diringankan seringan-ringannya sebab Nabi bersama kita.
Shalawat itu doa. Sedang kalau doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan Nabi? Doa buat Nabi, kembali ke kita. Wow!!!!!!!
Shalawat pun amalan hebat. tidak perlu wudhu, tidak perlu niat. Walau tentu kalau wudhu jauh lebih baik dan hebat sebab Allah pun bershalawat.
Para malaikat pun bershalawat. Penghuni alam semesta, semua cinta Nabi. Semua bershalawat, kecuali mereka yang kafir, bodoh, dan malas.
Dengan shalawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama Rasul dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.
Allah paling suka hamba-hamba-Nya mencinta yang dicintai-Nya. Allah paling suka sama hamba-hamba-Nya yang mendoakan kekasih-Nya. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, sholla ‘alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang.
Perumpamaan di dunia, kita menyebut pejabat atau orang berkuasa, yang jadilah kemudian urusan jadi mulus. Apalah lagi menyebut nama Nabi?
Seorang kawan diberhentiin polisi. Salah jalan. Dia buka kaca, tanpa ba-bi-bu, dia bilang, “Maaf Pak… Mau jemput Yusuf Mansur.…”
Polisi yang sudah bersiap-siap nilang, denger nama saya disebut, dan dia cinta sama saya, malah senyum, “Salam sama Ustadz, ya!”
Kawan ini kemudian berlalu. Selamat. Gak ditilang. Tapi, don’t try at home. Sebab banyak polisi yang jadi followers.
Apa pesan moral yang bisa ditangkap? Dari kisah sebagian dari mereka yang menyebut nama Yusuf Mansur?
Maka, nyebut nama Yusuf Mansur, yang dhaif, banyak diprotes, banyak dicaci,tidak semua suka.Bagaimana lagi nyebut nama Rasul?
Berdoalah kepada Allah, yang Allah bahkan menulis di Al Qur’an-Nya, bahwa Allah mencintai Nabi- Nya dan mencintai yang mencintai Nabi-Nya.
Berdoalah kepada Allah. Secara, bahwa sesiapa yang mencintai Nabi-Nya, akan diampuni dosa-dosanya, diangkat derajatnya, dikabul doanya…
Petugas imigrasi bandara, bertanya kepada tamu dari luar negeri, “Where will you tinggal di Jakarta?” sambil bolak balikin paspor.
Tamu-tamu Yusuf Mansur dari luar-luar negeri, yang udah paham, nyebut, “Yusuf Mansur…” Petugas, subhaanallaah, langsung senyum…
“Ooohhh… Tamunya Yusuf Mansur…”. Jebrat jebret, distempel itu paspor, dan langsung gak pake ditanya-tanya lagi. “Silakan,” penuh ramah.
Bayangkan jika Yusuf Mansur yang dhaif, lemah, ikut mendampingi tamu tersebut? Kayak apa kemudahan dan kelancarannya?
Maka sekarang bayangkan, jika di antrian hisab di yaumil hisab, bahkan sejak di Padang Makhsyar, kita sudah bersama Nabi? Benar-benar bersama Nabi.
Yaa Allah, saya nangis membayangkannya. Di Padang Makhsyar, yang matahari sejengkal dari kepala, ditemani Nabi.
Seperti apa kemudahan yang bisa kita dapatkan dari penjaga-penjaga hisab yang bengis dan tak kenal ampun? Sedang kita tahu dosa kita begitu banyak?
Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Sebut nama Nabi sepenuh-penuhnya rasa cinta dan rindu. Kamis maghrib waktu yang mustajab.
Kamis maghrib sudah dihitung hari Jum’at. Sudah akan berlipat-lipat fadhilah, pahala, kebaikan bershalawat.
Yaa Rasul, salam ‘alaik… Yaa Nabi, salam ‘alaik… Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalih.
Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Buat yang tidak mampu sebanyak-banyaknya, bacalah 100. Seratus insyaaAllah udah dihitung banyak. Aamiin.
Asal seratus itu dibaca dengan menyertakan hati. Berharap bisa berjumpa dengan Nabi. Berharap bisa duduk satu surga bersama Nabi. Yaa Allah…
Dan berdoalah. Secara berdoa juga diperintah oleh Allah dan sangat dianjurkan oleh Nabi. Berdoalah. Untuk urusan apa aja. Dunia dan akhirat.
Jangan lupa doain saya. Nitip banget doain saya juga keluarga saya. Plus doa untuk Indonesia dengan seluruh rakyatnya.
Yaa Rasul… Innii musytaaq ilaik. Sungguh saya ini rindu melihatmu, Yaa Rasul… Meski mata belum pernah melihatmu…
Maafkan jika saya menyebut-nyebut nama Yusuf Mansur di dalam pengajaran hikmah. Semoga kawan-kawan dapat memahami hal tersebut sebagai ibrah. Gak ada maksud lain.
Tolonglah untuk dewasa, arif, dan cerdas. Liat substansi dan hikmah. Maafkan cara saya yang mungkin salah dalam mengajar. Sungguh, saya bukan siapa-siapa.
Allahu a'lam bissawab
Subscribe to:
Comments (Atom)