Friday, July 22, 2016

KRITERIA PEMIMPIN DALAM ISLAM (KEIMANAN DAN KETAQWAAN) !!!!!!!!!!!

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


SubhanAllah sahabatku Islam adalah agama sempurna yg mencakup semua aspek kehidupan, tahta apalagi kepemimpinan. Dari sederhana masuk kamar mandi sampai apalagi kepemimpinan. Memisahkan Islam dg kepemimpinan adalah kebodohan, tidak faham ajaran Islam. Islam tidak bisa dipisahkan dg politik kekuasaan. Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para kuffar jahiliyyah. Dg takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah maka umat manusia beriman "bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingat Allah (QS Thoha 33-34), agar umat hidup dalam PETUNJUK ALLAH, dalam KEMULIAAN ISLAM, dalam KEBERKAHAN TAQWA. bahagia dalam SYARIAT dan SUNNAH RASULULLAH (QS Al A'rof 96). Karena itu Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dg syarat dan kreteria yg sangat jelas yaitu mengutamakan KEIMANAN dan KETAQWAAN. "...bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yg shalih (QS Al Anbiya 105). Karena itu HARAM, memilih pemimpin kafir, bacalah dg iman! Kalam Allah ini,
"Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dg meninggalkan orang-orang mu'min. Inginkah kamu mengadakan alasan yg nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" (QS An Nisa 144).
"Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yg membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yg telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yg kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yg beriman" (QS Al Maidah 57).
Rasulullah bersabda kepada ka’ab bin ujrah: mudah-mudahan Allah melindungimu dari para pemimpin yg jahil. Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud dg pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "mereka adalah para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku" (HR Ahmad).
Ingat setiap mu'min apalagi juru da'wah wajib menyampaikan dalil yg benar berdasar Alqur'an dan Sunnah.
Allahumma ya Allah berkahilah negeri kami dg Engkau hadirkan untuk kami pemimpin yg sangat takut kepadaMu, dan mengajak kami takut kepadaMu, pemimpin teladan, cerdas, jujur, amanah, yg sungguh sungguh mencintai kami sebagai rakyatnya, dan mengajak kami hidup bahagia dalam SyariatMu dan Sunnah NabiMu Muhammad shollallahu alaihi wasallam....aamiin.

Sumber : ( K.H. Muhammad Arifin Ilham)

No comments:

Post a Comment